Categories
Umum

Pemeliharaan Kambing Muda

Setelah anak kambing mencapai usia 3-6 bulan memerlukan tatalaksana pemeliharaan anak kambing pasca sapih. Caranya adalah dengan memberikan sedikit demi sedikit hijauan pakan kualitas baik. Pemberian rumput jangan lebih dari 4 kg, dan diberikan secara bertahap. Makanan penguat diberikan dalam bentuk bubur atau yang dicampur air panas, dalam jumlah tidak lebih dari 0,20 kg dan diberikan sekali dalam sehari.

Bila ada anak kambing pasca sapih lebih dan seekor, sebaiknya dipelihara dalam kandang tersendiri, yakni kandang khusus untuk anak kambing usia pasca sapih sampai usia 6 bulan. Hal ini akan memudahkan pengelolaan dan pengawasan kesehatan anak kambing pasca sapih.

Pemeliharaan Kambing Muda

 

Pemeliharaan Kambing Muda

Mulai usia 6-15 bulan, kambing sudah digolongkan kambing muda yang memerlukan pemeliharaan tersendiri pula. Kambing muda kelamin jantan dan betina harus sudah dipisahkan dalam kandang kelompoknya masing-masing.

Agar dapat melatih otot-otot tubuh, kambing muda jangan dikandangkan terus-menerus. Seminggu sekali atau dua kali sebaiknya kambing-kambing tersebut dikeluarkan untuk belajar merumput sendiri di pandang penggembalaan.

Selama kambing muda tidak dikeluarkan atau berada dalam kandang, pemberian rumput atau hijauan pakan tidak lebih dan 5 kg/ekor dan makanan penguat 0,25 kg/ekor.

Untuk kambing muda jantan yang di kandangkan terpisah, sudah mulai dapat disiapkan untuk calon pemacak. Maka dalam hal ini, seleksi calon pemacak sudah dapat dilakukan.

Pilih calon pemacak yang memiliki pertumbuhan tubuh paling baik dalam kelompoknya, mempunyai dada yang lebar dan dalam, badan panjang, perdagingan baik, punggung lurus dan merata, serta kaki-kakinya kuat. Sifat kejantanan terlihat nyata pada bentuk kepada dan bagian-bagiannya. Alat kelamin harus tumbuh normal dengan scrontum (kantong buah zakar) yang besar dan simetris. Nafsu kejantanan dapat dicoba bila didekatkan dengan kambing betina.

Untuk kambing calon induk yang diharapkan jadi induk yang produktif, sebaiknya dipilih dari kambing muda kelamin betina yang memiliki pertumbuhan paling baik, kondisi tubuh baik, aktif dan kuat. Tatalaksana pemeliharaan yang baik sangat mendukung seleksi calon pemacak maupun calon induk yang baik.

Untuk kambing jantan, sebenarnya mulai usia 8 bulan sudah dapat dijadikan kambing pemacak. Namun agar tidak terlalu muda, kambing pemacak sebaiknya mulai digunakan sesudah mencapai usia 12 bulan. Sedangkan untuk kambing betina mulai dikawinkan pada usia di atas 15 bulan. Dengan demikian ia akan melahirkan anak untuk pertama kalinya setelah mencapai usia di atas 20 bulan.

Categories
Umum

Pemeliharaan anak kambing

Pemeliharaan Anak Kambing

Cempe yang sudah dilahirkan, untuk kondisi cempe yang normal, akan dapat berdiri setelah sekitar 30 menit dilahirkan. Apabila sudah sanggup berdiri, bisa langsung dibawa ke induknya untuk memperoleh susu pertama (colustrum). Jika cempe sulit mencari puting induknya dapat dibantu.

Pemeliharaan anak kambing

Colustrum biasanya dikeluarkan oleh induk kambing mulai induk melahirkan dan berlangsung selama satu minggu. Colustrum sangat penting artinya bagi cempe, karena mengandung banyak protein daripada air susu biasa dan sangat esensial untuk mengawali pertumbuhan cempe. Selain itu colustrum mengandung antibodi yang dapat mencegah adanya infeksi dan bekerj a sebagai laxantia yang membantu pencernaan dan mengeluarkan muconium (tahi gagak).

Selama cempe masih berada di dalam kandungan induk kambing, di dalam ususnya tertimbun kotoran yang berwarna hitam, yaitu yang disebut muconium. Muconium ini merupakan tempat yang subur bagi perkembangan bermacam-macam bakteri. Pada umumnya kotoran hitam (muconium) dikeluarkan selang 2 jam setelah cempe untuk pertama kalinya menyusu pada induknya.

Meskipun cempe bersama induknya cukup terjaga, pengawasan terhadap kesehatan cempe juga perlu diperhatikan sebab cempe sangat peka terhadap infeksi. Infeksi atau penyakit dapat dicegah dengan perawatan yang baik dan makanan yang terseleksi.

Penyakit mencret (diare) biasanya terjadi pada cempe usia 2-3 minggu. Sumber penyakit tersebut dapat melalui tali pusar atau mulut. Infeksi tersebut berupa gangguan pencernaan yang akhirnya menimbulkan mencret dari yang biasa sampai yang berdarah. Penyebab penyakit ini adalah infeksi dari protozoa, cacing dan kuman. Jika tidak disebabkan oleh infeksi dari protozoa, cacing atau kuman, mencret bisa disebabkan oleh:

  • makan hijauan pakan yang berkelebihan
  • air susu induk terlalu tinggi kadar lemaknya
  • ambing/puting susu yang kotor
  • pemberian makanan yang tidak teratur
  • akibat perubahan iklim

Cempe mencapai usia 3 bulan, sebaiknya sudah disapih atau dipisah dan tidak menyusu lagi pada induknya. Dengan demikian induk kambing dapat dipersiapkan lagi untuk dikawinkan, apabila kesehatan induk telah pulih sediakala.

Penyapihan cempe dapat diawali pada usia 2,5 bulan, dengan cara sehari disusukan induknya dan sehari diliburkan. Selanjutnya sehari menyusu, dua hari diliburkan, dan seterusnya. Dengan cara demikian tepat mencapai usia 3 bulan, cempe sudah tidak lagi menyusu dan dipisah dari induk dan dikandangkan bersama kelompoknya.

Categories
Umum

Pemeliharaan Induk Kambing Bunting

Pemeliharaan Induk Kambing Bunting

Induk bunting, mulai sejak kebuntingan muda, perlu memperoleh perhatian, dan setelah induk kambing mendekati bunting tua harus memerlukan tatalaksana pemeliharaan yang bersifat khusus, selain pemberian makanan yang sesuai. Hal-hal yang perlu di perhatikan adalah:

Pemeliharaan Induk Kambing Bunting

1. Dua bulan menjelang beranak, sebaiknya kambing dipisahkan dari kelompoknya dan dimasukkan dalam kandang tersendiri. Dengan demikian akan terhindar dari kemungkinan penandukan-penandukan dari kambing lain nya.

2. Makanan harus cukup dan memiliki kualitas sesuai dengan usia kebuntingan kambing supaya proses pertumbuhan foetus berlangsung baik, produksi colostrum berkualitas dan melahirkan cempe sehat.

3. Olah raga bagi induk bunting sangat penting. Oleh karena itu induk kambing sebaiknya tidak dikandangkan terus-menerus, karena bila terlalu gemuk dan kurang lancar peredaran darahnya akan mengakibatkan sulit melahirkan. Olah raga yang dimaksud adalah membuat kambing bergerak dengan jalan menggiring jalan-jalan sekitar kandang.

4. Jika telah terlihat tanda-tanda kambing akan melahirkan, secepatnya lantai kandang diberi alas jerami kering yang bersih. Induk kambing dibersihkan dari kotoran dan gumpalan bulu dan bulu di sekitar ambing dicukur dan dibersihkan. Tanda-tanda yang dapat dilihat secara visual pada kambing yang akan melahirkan adalah: induk kambing gelisah, ambing terlihat membengkak, punggung mengendor, urat daging di sekitar vulva mengendor, mencakar-cakar seolah-olah berusaha membuat sarang dan dari vulva keluar lendir.

5. Pada saat kambing akan melahirkan anak harus selalu memperoleh pengawasan, tetapi harus diusahakan agar tidak mengganggu atau membuat kambing merasa ketakutan.

6. Kambing biasanya jarang mengalami kesulitan dalam melahirkan anak. Sehingga jarang menimbulkan permasalahan serta memerlukan pertolongan. Tetapi bila terjadi kesukaran, khususnya karena disebabkan letak anak dalam posisi tidak normal, misalnya kepala tertunduk atau kaki terlipat. Maka pertolongan yang diperlukan adalah usaha mengembalikan ke letak yang normal atau usaha meletakkan posisi kepala berada di antara kedua kaki depan dan menghadap ke vulva.

7. Apabila kambing yang melahirkan anak, tetapi anak kambing tidak segera dapat bernafas, maka perlu pertolongan segera, supaya anak kambing dapat bernafas dengan cara meniup mulutnya atau memijat/menekan-nekan sisi dada dan mengangkat tubuh bagian belakang.

8. Anak kambing yang baru lahir, harus segera dibersihkan dan dikeringkan dengan lap bersih. Hidung dan mulutnya segera dibersihkan dari lendir dan selaput-selaput. Tali pusar dipotong sepanjang 5 cm dan luka potong diolesi yodium tinctur. Pemotongan pusar dianjurkan menggunakan gunting yang steril.

9. Agar anak kambing yang baru dilahirkan akan segera berdiri, maka sebaiknya dimasukkan dalam box yang diberi alas jerami kering atau karung bekas yang telah dipersiapkan sebelumnya. Anak kambing untuk sementara dipisahkan dari induknya dan baru didekatkan pada induknya bila sudah sanggup berdiri dan akan menyusu pada induknya.

10. Sebelum anak kambing menyusu pada induknya, sebaiknya bagian belakang (pelvis) dan ambing induk dibersihkan dengan air hangat yang dicampur desinfektan.

11. Anak kambing bersama induknya dipelihara pada kandang yang khusus; alas lantai harus selalu diganti setiap hari. Anak kambing dapat disapih atau dihentikan menyusu pada induknya pada usia 3 bulan.