Categories
Umum

Pemeliharaan Induk Kambing Bunting

Pemeliharaan Induk Kambing Bunting

Induk bunting, mulai sejak kebuntingan muda, perlu memperoleh perhatian, dan setelah induk kambing mendekati bunting tua harus memerlukan tatalaksana pemeliharaan yang bersifat khusus, selain pemberian makanan yang sesuai. Hal-hal yang perlu di perhatikan adalah:

Pemeliharaan Induk Kambing Bunting

1. Dua bulan menjelang beranak, sebaiknya kambing dipisahkan dari kelompoknya dan dimasukkan dalam kandang tersendiri. Dengan demikian akan terhindar dari kemungkinan penandukan-penandukan dari kambing lain nya.

2. Makanan harus cukup dan memiliki kualitas sesuai dengan usia kebuntingan kambing supaya proses pertumbuhan foetus berlangsung baik, produksi colostrum berkualitas dan melahirkan cempe sehat.

3. Olah raga bagi induk bunting sangat penting. Oleh karena itu induk kambing sebaiknya tidak dikandangkan terus-menerus, karena bila terlalu gemuk dan kurang lancar peredaran darahnya akan mengakibatkan sulit melahirkan. Olah raga yang dimaksud adalah membuat kambing bergerak dengan jalan menggiring jalan-jalan sekitar kandang.

4. Jika telah terlihat tanda-tanda kambing akan melahirkan, secepatnya lantai kandang diberi alas jerami kering yang bersih. Induk kambing dibersihkan dari kotoran dan gumpalan bulu dan bulu di sekitar ambing dicukur dan dibersihkan. Tanda-tanda yang dapat dilihat secara visual pada kambing yang akan melahirkan adalah: induk kambing gelisah, ambing terlihat membengkak, punggung mengendor, urat daging di sekitar vulva mengendor, mencakar-cakar seolah-olah berusaha membuat sarang dan dari vulva keluar lendir.

5. Pada saat kambing akan melahirkan anak harus selalu memperoleh pengawasan, tetapi harus diusahakan agar tidak mengganggu atau membuat kambing merasa ketakutan.

6. Kambing biasanya jarang mengalami kesulitan dalam melahirkan anak. Sehingga jarang menimbulkan permasalahan serta memerlukan pertolongan. Tetapi bila terjadi kesukaran, khususnya karena disebabkan letak anak dalam posisi tidak normal, misalnya kepala tertunduk atau kaki terlipat. Maka pertolongan yang diperlukan adalah usaha mengembalikan ke letak yang normal atau usaha meletakkan posisi kepala berada di antara kedua kaki depan dan menghadap ke vulva.

7. Apabila kambing yang melahirkan anak, tetapi anak kambing tidak segera dapat bernafas, maka perlu pertolongan segera, supaya anak kambing dapat bernafas dengan cara meniup mulutnya atau memijat/menekan-nekan sisi dada dan mengangkat tubuh bagian belakang.

8. Anak kambing yang baru lahir, harus segera dibersihkan dan dikeringkan dengan lap bersih. Hidung dan mulutnya segera dibersihkan dari lendir dan selaput-selaput. Tali pusar dipotong sepanjang 5 cm dan luka potong diolesi yodium tinctur. Pemotongan pusar dianjurkan menggunakan gunting yang steril.

9. Agar anak kambing yang baru dilahirkan akan segera berdiri, maka sebaiknya dimasukkan dalam box yang diberi alas jerami kering atau karung bekas yang telah dipersiapkan sebelumnya. Anak kambing untuk sementara dipisahkan dari induknya dan baru didekatkan pada induknya bila sudah sanggup berdiri dan akan menyusu pada induknya.

10. Sebelum anak kambing menyusu pada induknya, sebaiknya bagian belakang (pelvis) dan ambing induk dibersihkan dengan air hangat yang dicampur desinfektan.

11. Anak kambing bersama induknya dipelihara pada kandang yang khusus; alas lantai harus selalu diganti setiap hari. Anak kambing dapat disapih atau dihentikan menyusu pada induknya pada usia 3 bulan.