Categories
Umum

Pemeliharaan Kambing Betina Dewasa

Pemeliharaan kambing betina dewasa dimulai dari usia 16 bulan dan seterusnya. Kambing betina dewasa sudah digolongkan induk yang sudah dapat dikawinkan untuk pertama kalinya dan selanjutnya dapat berguna untuk pengembangbiakan.

Agar dapat dijadikan induk yang baik, kambing betina dewasa harus sering dikeluarkan untuk merumput sendiri. Dengan merumput sendiri selain akan lebih ekonomis, kambing juga dapat memilih makanan yang disukainya daripada dipelihara di dalam kandang terus-menerus.

Perawatan calon induk kambing juga perlu memperoleh prioritas khusus, termasuk mencukupi pemberian makanan hijauan pakan tidak lebih dari 8 kg/ekor dan makanan penguat 0,25 kg/ekor. Kekurangan makanan, pemeliharaan dan perawatan dapat mengakibatkan permasalahan seperti:

Kambing sulit menjadi bunting bila dikawinkan.
Sering terjadi kesulitan dalam melahirkan anak yang pertama kalinya.
Anak yang dilahirkan kecil dan lemah.

Pemeliharaan Kambing Betina Dewasa

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan kambing betina dewasa adalah:

1. Pemeliharaan tubuh kambing

Kambing perlu mendapatkan perawatan tubuh secara berkala, sebab setiap saat tubuhnya dapat menjadi kotor karena daki atau faeces kambing itu sendiri.

1. Daki

Kulit kambing terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling atas adalah lapisan mati. Dari kulit tersebut dikeluarkan keringat. Sesudah keringat diuapkan, maka bagian organis dan anorganis pada kulit atau lapisan mati itu tercampur dengan debu yang membentuk daki.

2. Faeces kambing

Setiap saat kambing membuang kotoran dan berbaring di lantai kandang atau tempat merumput. Maka sebagian tubuh akan terkena kotoran dan melekat pada kulit dan bulu, apalagi bagi kambing yang bulunya lebat.

Kotoran kambing sendiri atau yang berasal dari keringat dan debu yang membentuk daki akan sangat mengganggu kesehatan ternak kambing, sebab hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan, seperti:

  • Lubang keringat tertutup, sehingga keringat tidak dapat keluar. Peristiwa ini akan mengakibatkan pengaturan nafas di dalam tubuh dan peredaran darah terganggu.
  • Mengandung berbagai bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan perasaan gatal-gatal dan tidak tenang.

Perawatan kulit yang dapat dilakukan untuk kambing dewasa adalah:

  • Secara berkala memandikan dan menyikat kulit dan bulu. Pada saat kambing dimandikan, sebaiknya sekaligus disikat kulit dan bulunya agar kotoran dapat hilang.
  • Bulu-bulu yang menggumpal perlu dipotong untuk menghindari melekatnya kotoran.

Tujuan utama pemeliharaan badan bagi kambing dewasa adalah:

  • Untuk menjaga kesehatan kambing, sebab kebersihan kulit dan bulu mengurangi kemungkinan bakteri dan parasit menginfeksi.
  • Demikian pula pengaturan temperatur dan peredaran darah tidak terganggu.
  • Untuk kambing yang diharapkan produksi air susunya, produktivitasnya akan stabil karena kelenjar susu yang termasuk dalam golongan kelenjar kulit tidak terganggu. Sekaligus untuk menghindari pengotoran susu dari bulu-bulu yang rontok.

2. Pemeliharaan kuku pada kambing

Kuku kambing yang tidak terpelihara akan sangat mengganggu karena dapat mengakibatkan:

  • Kedudukan tulang tracak menjadi salah yang akan menimbulkan titik berat badan kambing jatuh pada tracak bagian belakang.
  • Bentuk punggungnya seperti busur.
  • Mudah terjangkit penyakit kuku.
  • Kambing jadi pincang.
  • Pemeliharaan kuku perlu memperoleh perhatian petani peternak kambing, terutama untuk kambing yang dipelihara dalam kandang terus-menerus sepanjang hari. Hal ini berbeda dengan kambing yang biasa digembalakan atau sehari-hari merumput sendiri.

Bagi kambing yang dipelihara dalam kandang terus-menerus, kuku dengan lantai kandang hanya sedikit sekali bergesek. Keadaan demikian akan menimbulkan kedudukan kuku atau posisi kaki yang salah. Kuku kambing akan tumbuh terus dan pada akhirnya menjadi panjang. Perubahan kedudukan kuku yang salah mengakibatkan tergesernya bidang dasar tracak. Dengan demikian titik berat badan jatuh pada kuku bagian belakang yang lunak. Keadaan semacam itu akan mempengaruhi bentuk tubuh kambing seperti: punggung melengkung seperti busur. Disamping itu, kuku yang lunak mudah sakit sehingga kambing menjadi pincang.

Untuk menjaga kedudukan kuku yang serasi, maka setiap 4 bulan sekali kuku tersebut perlu dipotong, terutama kuku kaki belakang. Kuku kaki depan umumnya lebih keras daripada kuku kaki belakang karena selalu basah kena air kencing dan kotoran. Tetapi baik kuku belakang maupun kuku kaki depan pertumbuhannya akan sama saja, maka keduanya perlu dilakukan pemotongan. Pemotongan harus dilakukan dengan alat khusus atau pisau pemotong kuku. Maksud pemotongan kuku ternak kambing adalah untuk mengembalikan kuku pada bentuk yang normal.

Kuku kaki kambing yang dipotong adalah bagian lapisan tanduk pada telapak kaki sampai menjadi rata atau menjadi sedikit cekung. Dengan cara demikian berat badan kambing terbagi rata pada keempat kakinya.

  • Cara melakukan pemotongan kuku kambing
    • Pemotongan kuku dapat dilakukan dengan cara merebahkan kambing terlebih dahulu ataupun tanpa merebahkan. Pemotongan kuku tanpa merebahkan kambing biasanya hasilnya kurang memuaskan sebab tidak semua bagian kuku yang hendak dipotong dapat dilakukan dan lebih sulit mengerjakan jika kurang terampil.
  • Cara merebahkan kambing
  • Ada beberapa cara merebahkan kambing untuk melakukan pemotongan kuku, tetapi yang paling mudah dikerjakan adalah:
  • Siapkan tali plastik panjang 6 m.
  • Ikatkan salah satu ujung tali pada leher; ikatan cukup kendor saja.
  • Kemudian tali itu dililitkan di belakang bahu dan lilitan kedua di depan tulang punggung.
  • Kambing direbahkan, kemudian kaki-kakinya diikat.
  • Dengan menggunakan pisau pemotong kuku, pertama kali yang dipotong adalah kuku bagian bawah, selanjutnya kuku bagian luar atau tepi kuku sehingga rata dengan kuku bagian bawah yang sudah dipotong lebih dahulu. Bersama pemotongan kuku, dianjurkan juga celah kuku dibersihkan.

 

3. Mengawinkan kambing betina

Kambing betina yang berusia lebih dari 15 bulan sudah digolongkan cukup dewasa dan dapat dikawinkan untuk pertama kalinya. Hal-hal yang perlu diketahui oleh petani peternak kambing yang akan mengawinkan kambingnya antara lain adalah:

  • Birahi kambing betina dewasa berlangsung sekitar 24-48 jam.
  • Birahi akan timbul pada kambing betina setiap selang 18-21 hari, bila kambing tidak bunting.
  • Lama kebuntingan kambing betina dewasa adalah 150-154 hari.
  • Setelah melahirkan anak, akan timbul birahi setelah 2-3 bulan melahirkan atau sesudah anaknya disapih.

 

4. Perawatan kambing bunting

Perawatan yang perlu dilakukan untuk kambing dewasa sedang bunting adalah:

  • Makanan perlu diperhatikan, yakni takaran untuk hijauan pakan adalah 8 kg/ekor dan makanan penguat 0,40 kg/ekor per hari.
  • Keadaan fisik kambing bunting akan sangat mempengaruhi produksi air susu selama laktasi mendatang, terutama untuk kambing perah. Kambing yang sakit atau pemberian makanan dan perawatan yang kurang baik selama bunting akan sangat mempengaruhi produksi susu.
  • Kambing yang sedang bunting tua perlu dilepas di lapangan penggembalaan untuk merumput sendiri. Dengan cara demikian kambing dapat berolah raga dan sanggup menjamin kesehatan tubuh, serta memperlancar foetus pada saat melahirkan.
  • Usahakan kambing yang sedang bunting terhindar dari benturan apa pun atau terseruduk oleh kambing yang berkelahi.
  • Kurang lebih 30 hari sebelum kambing akan melahirkan, khususnya untuk kambing perah, pemerahan harus dihentikan. Hal ini dimaksudkan agar kambing dapat beristirahat sehingga produksi susunya tetap tinggi.
  • Menjelang induk kambing beranak perlu diberi makanan yang cukup dan tambahan makanan penguat yang baik kualitasnya. Hal ini berguna untuk membantu pembentukan ambing, terutama pada kambing yang baru pertama kali beranak. Selain itu membantu pembentukan Colustrum yang sangat esensial bagi anak kambing yang baru dilahirkan.

 

5. Gerak badan kambing

  • Gerak badan bagi kambing yang sedang bunting sangat penting, terutama olah raga di lapangan penggembalaan yang berudara segar, apalagi untuk kambing yang bunting tua. Keuntungan kambing bunting dibiasakan gerak badan adalah:
  • Otot-otot daging memperoleh latihan sehingga memperlancar peredaran darah.
  • Menjaga kesehatan, bentuk dan posisi kambing agar tetap baik.
  • Gerak badan kambing dapat dilakukan dengan melepas kambing di lapangan rumput selama 1-2 jam, agar kambing dapat bergerak leluasa dan mendapat sinar matahari.

 

6. Pemeliharaan kambing sedang kering

Khususnya untuk ternak kambing perah memerlukan masa kering sekitar 6-8 minggu. Tujuannya adalah:

  • Mengembalikan kondisi tubuh kambing atau memberi istirahat agar produksi yang akan datang baik.
  • Mengisi kembali kebutuhan vitamin-vitamin dan mineral setelah mengalami laktasi berat, sehingga kambing tetap sehat.
  • Menjamin pertumbuhan foetus di dalam kandungan.
  • Di dalam persiapan laktasi mendatang yang penting diperhatikan adalah menjaga kualitas makanan tetap baik, terutama 2-3 bulan terakhir masa kering.