Categories
Pendidikan

Strategi Integrasi Pendidikan Karakter

Strategi Integrasi Pendidikan Karakter

Strategi Integrasi Pendidikan Karakter


Integrasi pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran berlangsung dari tahap perencanaan ke penilaian pembelajaran di semua mata pelajaran.

Merencanakan integrasi pendidikan karakter ke dalam pembelajaran.
Selama fase perencanaan, analisis IP / CC, pengembangan kurikulum, pengembangan rencana pelajaran, dan materi pengajaran disiapkan. Analisis SK / KD dilakukan untuk menentukan nilai karakter yang sebagian besar dapat diintegrasikan ke dalam SK / KD yang relevan. Perlu dicatat bahwa definisi nilai karakter tidak dimaksudkan untuk membatasi nilai-nilai yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran SC / NE yang relevan.

Pengembangan kurikulum dapat dilakukan dengan meninjau kurikulum yang dikembangkan dan kemudian menambahkan kolom karakter di sebelah kanan komponen Kompetensi Dasar. Di kolom ini, nilai karakter yang akan diintegrasikan dalam pembelajaran diisi. Nilai yang diisi tidak hanya terbatas pada nilai yang ditentukan oleh analisis SK / KD, tetapi juga dapat ditambahkan ke nilai-nilai lain yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran (bukan melalui esensi pembelajaran). Kegiatan pembelajaran, indikator keberhasilan dan / atau teknik evaluasi diadaptasi atau direorganisasi untuk membentuk karakter yang akan dikembangkan.

Seperti langkah-langkah dalam pengembangan kurikulum, persiapan rencana pelajaran dalam kerangka pendidikan karakter terintegrasi dalam pembelajaran dilakukan dengan meninjau rencana pelajaran yang ada sehingga karakter dikembangkan dan dikembangkan. memfasilitasi akses siswa ke pengetahuan dan keterampilan khusus.

 

Cara meninjau RPP dilakukan dengan cara:

1) perumusan tujuan pembelajaran yang direvisi / diadaptasi, yang dapat dilakukan dengan dua cara: (1) tidak hanya untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan psikomotorik, tetapi juga untuk tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara khusus untuk karakter dan (2) ditambah karakter;
2) pendekatan / metode pembelajaran diubah (jika perlu) dan langkah-langkah pembelajaran ditinjau dan / atau diselesaikan, termasuk entri, inti, dan penutupan. Pendekatan pembelajaran kontekstual dan prinsip-prinsip PAKEM sangat efektif dalam meningkatkan karakter siswa;
3) Bagian evaluasi ditinjau dengan mengubah dan / atau menambahkan teknik evaluasi yang dirumuskan. Teknik penilaian dipilih untuk mengukur kompetensi siswa dan pencapaian kualitas. Teknik penilaian yang dapat digunakan untuk menentukan perkembangan karakter termasuk observasi, penilaian sejawat, dan penilaian diri.

 

Nilai dinyatakan secara kualitatif, misalnya:

1. BT: Tidak terlihat (jika siswa tidak menunjukkan tanda-tanda perilaku / karakter pertama yang ditunjukkan dalam indikator).
2. MT: Terlihat (jika siswa mulai menunjukkan tanda-tanda perilaku / karakter pertama yang diungkapkan dalam indikator tetapi belum konsisten).
3. MB: Pengembangan dimulai (jika siswa menunjukkan berbagai tanda perilaku / karakter yang ditunjukkan pada indikator dan mulai konsisten).
4. MK: Pelatihan (jika siswa terus menunjukkan perilaku / karakter yang ditunjukkan pada indikator secara terus-menerus).
5. Bahan didaktik disiapkan. Bahan / buku teks adalah komponen pembelajaran yang mempengaruhi apa yang sebenarnya terjadi dalam proses pembelajaran. Guru dapat beradaptasi dengan urutan presentasi dan kegiatan pembelajaran (tugas) yang dirancang oleh penulis buku teks.


Implementasi Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran pada tahap sebelumnya, dasar dan akhir dari kegiatan dipilih dan diimplementasikan sehingga siswa dapat menerapkan nilai karakter tertentu. Perilaku guru selama proses pembelajaran harus menjadi model penerapan nilai bagi siswa, yaitu guru harus selalu menjadi teladan bagi karakter siswa.

Beberapa contoh penerapan nilai / karakter investasi dalam fase kegiatan inti meliputi: diskusi (bekerja bersama), bekerja pada masalah masa depan (kepercayaan diri), mendengarkan pendapat teman (menghormati pendapat), menggunakan sarana (toleransi), mengajukan pertanyaan ( rasa ingin tahu), kritikus), melakukan pekerjaan guru (kemandirian) dan melaporkan hasil diskusi (kejujuran, tanggung jawab).

Beberapa contoh praktik investasi nilai / karakter pada tahap akhir: penyelesaian materi (tanggung jawab, disiplin), pencatatan tugas pada pertemuan berikutnya (tanggung jawab, disiplin, kemandirian), perjanjian pengumpulan tugas (demokratis), doa (keagamaan), menjatuhkan keluar dari sekolah secara teratur.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/